Dibaca :

Sabtu, 03 Maret 2012

Repsol Gandeng BP Migas Survei Gas Di Biak Numfor

Pola Struktur SDA Tanah Papua
Oleh: Arkilaus Baho

Kegiatan survei seismik 2D eksplorasi migas dilakukan BP Migas bersama Repsol Exploration di Blok Cendrawasih II selain di Biak jug dilakukan pada Kabupaten Supiori serta Kabupaten Yapen Kepulauan diharapkan dapat membawa hasil sehingga menjadi temuan baru pemerintah untuk menambah ketahanan migas. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati kepada antaranews yang dilansir bisnis-kti.com, Wakil Bupati Biak Drs Alimuddin Sabe di Biak, Selasa, meminta, dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Supiori yang bertetangga dengan Biak Numfor, agar rencana survei seismik Repsol dapat berjalan dengan lancar sesuai jadwal. 

“Biak menjadi salah satu sasaran program survei Repsol selain Supiori, dan Kabupaten Yapen sebagai daerah kepulauan terhadap kandungan yang ada di wilayah perairan laut Biak,” ungkap Wakil Bupati Alimuddin Sabe.

Biak Numfor memang sudah menjadi incaran sejak dulu baik oleh konsorsium gas yang tergabung dalam BP migas maupun sejumlah negara besar seperti Rusia dan Cina. Kali ini kawasan Gas di Papua bagian utara tersebut jatuh ke tangan Perusahaan raksasa perminyakan, gas, dan energi negara Spanyol, Repsol YPF. 

Survei tersebut melibatkan badan pekerja british gas ( BP Migas ) demi menggenapi lisensi gas yang di miliki BP di Indonesia. Eksplorasi atau upaya menemukan sumber gas tersebut menjadi langkah awal, sehingga kalaupun kedepan benar-benar ditemukan kandungan migas, maka tercatat di Papua sudah ada beberapa kawasan yang menyuplai gas ke dunia.

Pejabat setempat mengatakan bahwa “Kegiata survei di Biak akan dilakukan di perairan laut Distrik Yendidori, Biak Barat dan Distrik Swandiwe,”kata Wabup Alimuddin Sabe. Jika kelak pelaksanaan survei seismik 2D berhasil, katanya, maka daerah ini ke depan akan memiliki cadangan kekayaan migas sama seperti daerah lain di Provinsi Papua dan Papua Barat. 

Sementara itu, tim sosialisasi Zulfikar Indra mengakui, pada waktu pelaksanaan survei seismik 2D berjalan diperkirakan akan terjadi gangguan sementara pada rumpon nelayan di wilayah yang dijadikan lokasi survei. “Untuk gangguan aktivitas nelayan berupa rumpon pihak Repsol siap melakukan ganti rugi, ya masalah ini butuh dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Kabuoaten Biak Numfor dan Supiori,” katanya.

Tanah Papua sudah ada sumur gas sebelum repsol datang. Misalnya yang terkenal dengan BP Tangguh di Bintuni. Kemudian mulai melebarkan sayap ke daerah fak-fak dan kokas bahkan kaimana. BP sudah mengantongi sekitar tujuh sumur GAS di daerah teluk ( leher ) kepala burung pulau Papua ini. Ditambah lagi dengan eksplorasi repsol di daerah utara, pulau Papua bagian barat. 

Lengkap sudah Papua di sedot dari berbagai sisi. Dari pegunungan Papua bagian barat, emas dan batu bara di keruk dibawah komando freeport indonesia, sedangkan bagian selatan ( pesisir ) pulau Papua perusahaan gas maupun minyak melakukan eksploitasi dibawah komando BP Migas dan pertamina sebagai pemilik lapak di Indonesia. 
Indonesia Barat-Timur dalam eksplorasi migas dan mineral

Menurut Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.