Dibaca :

Selasa, 21 Agustus 2012

Gambar Kelly Kwalik Tewas Mengenaskan

Panglima OPM Wilayah Timika Yang Juga Gigih 
Menolak Kehadiran PT. Freeport Tewas mengenaskan
 oleh Tim Densus 88 Mabes Polri. 

Liputan Berita Nasional Dibawah ini:


Bukan Kelly Kwalik Pelaku Teror di Freeport

Penulis : IGN sawabi | Senin, 16 November 2009 | 14:45 WIB
JAYAPURA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Forkorus Yobiosembut, di Jayapura, Senin (16/11), mengatakan, bukan Kelly Kwalik atau kelompoknya yang telah melakukan serangkaian aksi teror di areal PT Freeport Indonesia, Tembaga Pura, Mimika, Papua.
 
"Saya sudah berkomunikasi dengan Kelly, dan ia mengatakan bukan dia yang melakukan serangkaian aksi teror itu," kata Forkorus, Senin. Forkorus menjelaskan, pascaserangan bersenjata oleh penembak misterius di areal Freeport Timika beberapa bulan lalu, yang mengakibatkan tewasnya seorang warga negara Australia, Drew Nicholas Grant, dirinya langsung menanyakan hal tersebut kepada Kelly Kwalik tentang kemungkinan keterlibatannya. "Melalui kurirnya yang menemui saya, Kelly Kwalik mengatakan kalau dia tidak terlibat," ujarnya.
 
Bahkan, kata Forkorus, kurir dari Kelly Kwalik sendiri mengatakan kalau dia (Kelly Kwalik) telah mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Australia yang menyatakan bahwa bukan dirinya dan kelompok pimpinannya yang bertanggung jawab atas serangkaian teror di areal Freeport. Lebih lanjut Forkorus meminta kepada semua pihak terkait agar tidak saling menuding, tetapi bekerja sama mencari tahu dan menangkap siapa sebenarnya pelaku teror di areal Freeport tersebut. "Ini menjadi tugas aparat keamanan dan kita semua agar segera menangkap dalang dari teror itu," ungkapnya.
 
Pernyataan Forkorus ini senada dengan mantan Kapolda Papua Irjen Bagus Ekodanto, yang dalam suatu kesempatan mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya telah berhasil menemui pimpinan kelompok bersenjata di daerah Timika, yakni Kelly Kwalik.
 
Dari hasil pertemuan tersebut, Kelly Kwalik telah mengakui kalau ia dan kelompoknya sama sekali tidak terlibat dalam serangkaian aksi teror di areal PT Freeport Indonesia.
 
Hal ini bertentangan dengan keterangan Pangdam XVII Cenderawasih saat memberikan materi dalam debat yang dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua, beberapa waktu lalu.
 
Saat itu Pangdam Nasution sambil memutar sebuah video yang menggambarkan seorang lelaki dengan senjata lengkap (dikatakan sebagai Kelly Kwalik) yang sedang memerintahkan anak buahnya untuk melakukan teror di areal PT Freeport. Hal ini yang membuat Pangdam mengatakan bahwa kelompok Kelly Kwalik sebagai pelaku serangkaian aksi teror di PT Freeport.


Panglima OPM Kelly Kwalik Ditembak Mati
Penulis : Ichwan Susanto | Rabu, 16 Desember 2009 | 07:53 WIB
JAYAPURA, KOMPAS.com — Tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang Polda Papua, Kelly Kwalik, Rabu (16/12/2009) pagi sekitar pukul 03.00, disergap aparat. Kelly Kwalik yang mengaku sebagai Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka diduga tewas dalam penyergapan di sekitar gorong-gorong Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Kelly disebut-sebut sebagai tersangka kasus penembakan di Freeport pada 2002. Oleh TNI, ia juga dituding sebagai pelaku penembakan di Freeport pada bulan Juli hingga Oktober 2009 lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Agus Rianto menuturkan, polisi mendapat laporan dari warga bahwa di sebuah rumah di gorong-gorong terdapat Kelly Kwalik. Aparat kemudian menggerebek rumah itu.

Seorang yang diduga Kelly nekat menodongkan senjata api ke polisi. Ini membuat aparat melumpuhkannya. Saat tertembak, laki-laki itu masih hidup dan dilarikan ke RS Kuala Kencana. Namun, ia meninggal saat di perjalanan.

Di dalam rumah itu terdapat enam orang termasuk seorang perempuan dan anak-anak. "Kami masih mendalami kasus itu dan memastikan apa betul dia Kelly Kwalik," ujar Agus.
http://regional.kompas.com/read/2009/12/16/07535084/panglima.opm.kelly.kwalik.ditembak.mati


TNI Siap Berdialog dengan Bos OPM Keli Kwalik
Penulis : R Adhi Kusumaputra | Senin, 28 September 2009 | 17:15 WIB
TIMIKA, KOMPAS.com - Jajaran TNI di Papua terutama Korem 171 Praja Vira Tama (PVT) Sorong siap berdialog dengan Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) wilayah Timika, Keli Kwalik.

"Kalau memang dia (Keli Kwalik-red) mau, kita siap berdialog. Saya jamin aman dan tidak akan diapa-apakan," kata Komandan Korem 171 PVT Sorong, Kolonel Inf Fransen Siahaan di Timika, Senin (28/9).

Kelompok TPN-OPM wilayah Timika pimpinan Keli Kwalik selama ini disebut-sebut berada di balik aksi teror penembakan di areal PT Freeport Indonesia yang terjadi sejak Juli-September.

Aksi teror di areal Freeport telah mengakibatkan tiga orang tewas, dua di antaranya karyawan perusahaan masing-masing Drew Nicholas Grant (warga Australia) dan Markus Rate Alo serta seorang lainnya, Briptu Marson Petipelohi, anggota Propam Polda Papua.

Menurut Siahaan, setiap saat TNI membuka diri untuk berdialog dengan jajaran pimpinan TPN-OPM untuk mengetahui aspirasi mereka sekaligus bisa kembali ke masyarakat untuk membangun Papua secara bersama-sama.  

Fransen Siahaan juga memberikan perhatian khusus bagi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Mimika, khususnya di areal kerja PT Freeport Indonesia yang dilanda teror penembakan sejak Juli lalu.

Terkait hal itu, Siahaan menegaskan penanganan masalah gangguan kamtibmas sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Kepolisian dengan dukungan TNI.

Ia berharap situasi yang mulai kondusif di areal Freeport saat ini tetap terjaga dengan baik agar operasional perusahaan tetap berlangsung dan masyarakat sekitar tidak dilanda ketakutan dan kekhawatiran.

Berkaitan dengan kunjungan kerja Cawapres RI terpilih periode 2009-2014, Boediono ke Timika, Senin, TNI dan Polri mengerahkan sedikitnya 300 personel gabungan yang bertugas mengamankan area sekitar Bandara Mozes Kilangin Timika.

Selama kunjungan Boediono di Timika yang berlangsung hanya setengah jam untuk melanjutkan perjalanan menuju Wamena, Jayawijaya, kondisi kamtibmas di wilayah ini cukup aman.   "Situasi di Timika saat ini sangat aman, mudah-mudahan masyarakat tetap membantu menjaga keamanan agar Timika bisa menjadi zona damai," harap Siahaan.
http://regional.kompas.com/read/2009/09/28/17150960/TNI.Siap.Berdialog.dengan.Bos.OPM.Keli.Kwalik

Menurut Anda

2 komentar:

PEMIMPIN PEMBERANI YANG PERNAH DI BUNUH OLEH TNI N POLRI,INI ADALAH PELANGGARAN YANG LEWAT BATAS DI LAKUKAN OLEH NEGARA INDONSIA TERHADAP PEMIMIPIN ORAGANISASI PAPUA MERDEKA,TAPI KAMI RAKYAT PAPUA TIDAK MENYERA DARI SITU MALAHAN TAMBAH SEMANTGAT..LEBIH TINGGI LAGI UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI.(DETERMINATION)SAMPAI KpN PUN PAPUA TETAP MERDEKA..DUNI9A HARUS TAHU..KARENA PAPUA MERDEKA ADALAH HARGA MATI.............SAMPAI KAPAN PUN TETAP HARGA MATI.........PAPUA MERDEKA...MALAHAN SEKARANG PEMIMPIN PAPUA MERDEKA TAMBAH MENINGKAT.......JADI KAMI RAKYAT PAPUA TIDAK SUSAH HANYA MENUNGGU HARI YANG DITENTUKAN OLEH PENCIPTA.
ITULAH KUNCI DARIPADA PAPUA MERDEKA.

sudah lima kali percobaan pembunuhan tapi meleset, kali ini mungkin saja freeport dukung dana besar dari proyeknya miliaran makanya mereka bisa berhasil eksekusi tuan dia

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.