Dibaca :

Rabu, 21 Maret 2012

Partai Hijau Australia Kampanye Untuk Papua

Menlu Australia, Bob Carr
Oleh: Arkilaus Baho

Green Party sebuah partai oposisi terbesar di negeri kanguru Australia itu setia berkampanye demi penentuan nasib sendiri rakyat Papua. Bahkan kabar bahwa Australia desak salah satu perusahaan raksasa di Papua untuk bayar pajak ke negara Papua, merupakan agenda utama yang terus di suarakan di bawah payung partai hijau ini. Dukungan green party tersebut mengindikasikan bahwa klaim Indonesia atas Papua bukanlah harga mati.

Sebelumnya sudah tersiar secara terbuka bahwa politisi Australia dan Pasifik siapkan gerakan Papua Merdeka. Kabar mengejutkan itu bikin komisi 1 DPR RI sempat melayangkan kecaman mereka. Toh, kecaman tersebut tak di gubris elit partai di Australia ini.

Februari lalu, surat kabar Indonesia ( republika ) memuat kabar ini. Bergejolaknya 'bumi' Papua belakangan ini ternyata mendapatkan perhatian serius dari dunia internasional. Bahkan, bagi beberapa negara yang memang kerap menyatakan dukungannya terhadap Papua agar memisahkan diri dari Indonesia, seperti Amerika Serikat dan Australia.

Rangkaian kampanye Papua Merdeka memang sudah nyata di berbagai negara. Inggris yang bermarkas kelompok pengacara hukum, lalu dari Belanda sudah terbukti adanya dukungan dari partai kristen konserfativ, lalu bagian negara pasifik lainnya seperti vanuatu yang juga bercokol pentolan pejuang Papua disana.

Menghadapi kenyataan semacam itu, pemerintah Indonesia mau berlomba menunjukan bahwa negara Indonesia serius tangani Papua. Satuan satgas yang bernama UP4B pun di luncurkan ke Papua. Hadirnya UP4B membuktikan bahwa Indonesia tangani Papua dari segala sisi pun tak akan mampu membatasi kampanye Papua merdeka yang kian meningkat.

Saat ini, Partai Hijau Australia telah mendesak Menteri Luar Negeri Australia yang baru Bob Carr agar memberi prioritas pada masalah Papua. Desakan tersebut di layangkan pada saat sejumlah petinggi NKRI berkunjung ke Australia. Hadirnya Marty Natalegawa maupun Purnomo Yusgiantoro, di manfaatkan oleh petinggi politik daerah australia untuk mengangkat masalah Papua.

Radio australia melansir pernyataan Senator Richard Di Natale mengatakan, Menlu Carr didesak merespon keprihatinan tentang Papua. Menlu Bob Car gagal mengemukakan masalah-masalah seperti kekerasan politik yang terus berlangsung dan akses bagi jurnalis dan pemantau hak asasi manusia ketika ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro minggu lalu.

Entah kampanye Papua merdeka yang di galang sejumlah petinggi negara diatas, toh belum satu pun keputusan resmi negara tersebut terkait dukungannya terhadap penentuan nasib sendiri di Papua. Ada banyak forum kemanusian untuk Papua, tetapi itu sebatas membangun hubungan antar negara untuk menekan Indonesia memperhatikan persoalan kemanusiaan di Papua.

Perjuangan ham sudah universal sehingga tak bisa di batasi. Kebebasan merupakan pokok utama dari kemanusiaan itu sendiri. Tetapi, penjajahan yang akut di Papua terjadi akibat sejumlah negara menitipkan perusahaan mereka ke Indonesia, lalu praktiknya menghancurkan suprastruktur politik dan demokrasi rakyat Papua. Toh, itu tidak menjadi nalar politik mereka di dunia barat, tetapi satu-satunya jalan penyelsaian ham di pakai untuk menekan pemerintah Indonesia memperhatikan Papua. 

Menurut Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.