Dibaca :

Kamis, 23 Februari 2012

"Gusdur" Bapak Segala Bangsa

Oleh: Arkilaus Baho
Pada 31 Desember 2009 pukul 2:45

Selamat jalan Bapak Segala Bangsa. Mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur Wafat di usia 69 tahun. Gus Dur meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu (30/12) sekitar pukul 18.45 WIB.

Kepergian Gusdur meninggalkan kenangan positif bagi warga Papua. Ditengah kebingungan negara menyelesaikan masalah di Papua, Presiden ke 4 RI ini memulai langkah pasti menjawab aspirasi orang Papua. Satu gubahan politik Alm. Gusdur adalah merubah nama Irian Jaya menjadi Papua. Papua kemudian di teken dan disahkan resmi dalam konstitusi NKRI. Nama yang dulunya terlarang, nama yang dulunya dianggap separatis bagi siapa saja yang menyebutnya kenyataanya sudah diakui. Ini semua berkat kerja keras dan komitmen Gusdur menghancurkan pelarangan-pelarangan bangsa selama itu.

Gus Dur adalah tokoh Segala Bangsa yang ada dalam bingkai Indonesia. Ia sangat memperhatikan isu-isu pluralisme dan mementingkan arti dari kejujuran. Selama hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai sosok yang sangat mendedikasikan jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia.

Rakyat Papua menaruh sedalam-dalamnya upaya Abdurahman Wahid sejak itu. Tatkala menanti perhatian jakarta yang sejak suharto di anak tirikan, Gusdur membuka jalan baru bagi Papua. Segala bangsa menjadi satu kesatuan Indonesia dibawah Gusdur. Kepemimpinan Gusdur membuka ruang alam demokrasi semenjak orde baru menguburnya rapat-rapat.

Kepergian Bapak Segala Bangsa, kembali tertulis sebuah lagu rakyat Papua bagi sang pemimpin. Lagu orang Papua kepada Gusdur sebagai bentuk sukacita dan kegembiraan atas ruang demokrasi. Orang Papua bebas menggunakan kata Papua sampai sekarang.

Diawal 1 Januari tahun 2000 demi meluruskan sejarah anak negeri. Trimakasih Bapak Gusdur presiden Indonesia, atas perubahan Irian Jadi Papua. Nama Irian Jaya anti anak Negeri, demi meluluruskan sejarah Anak Negeri.

Alm. KH. Abdurahman Wahid meletakan peradaban demokrasi di Indonesia. Bahwa segala bangsa menjadi rukun, dinamis dan bermartabat. Beliau anti pelarangan segala macam atribut anak-anak bangsa. Itulah prinsip Gusdur. Suara demokratik adalah jiwa kepemimpinan Gusdur.

Papua juga sering disebut sebagai Papua Barat karena Papua bisa merujuk kepada seluruh pulau Nugini termasuk belahan timur negara tetangga, east New Guinea atau Papua Nugini. Papua Barat adalah sebutan yang lebih disukai anak-anak Papua. Papua dulu dikenal dengan panggilan Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973, namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2000 dan di tetapkan secara resmi menjadi Papua pada tahun 2002 pasca pemberian UU Otsus. Pada masa era kolonial Belanda, daerah ini disebut Nugini Belanda (Dutch New Guinea).

Asal kata Irian adalah Ikut Republik Indonesia Anti-Netherland. Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.

Pada tahun 2004, disertai oleh berbagai protes, Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama 'Papua' sedangkan bagian baratnya menjadi Irian Jaya Barat. IJB kemudian dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Perubahan nama provinsi Irian Jaya Barat Menjadi Provinsi PAPUA BARAT atau dalam bahasan Inggris di sebut West Papua.

Kini Gusdur telah tiada, Bapak Segala Bangsa telah pergi kehadirat Tuhan di Surga. Syukur bagimu Tuhan, engkau memberikan kami Bapak Segala Bangsa.
@Westapua-arki

Menurut Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.