Dibaca :

Low Center Papua Demi Melayani Perusahaan

Penandatanganan MOU Low Center. Foto: Kemenkumham

Pemda Sentani Babat Sagu Untuk Tanam Padi

Pohon Sagu Sudah Menjadi Ciri Khas Danau Sentani

Indonesia Jual Perempuan Sampai Pelosok Papua

Karena tergiur dengan tawaran akan dijadikan sebagai pegawai honor di Distrik Wamare, Manokwari, Papua Barat, tiga perempuan asal Ambon, menjadi korban Trafficking atau korban penjualan orang. ilustrasi foto: okezone.com

Ferkorus Yaboisembut dkk Korban Konspirasi Freeport

Ketua Dewan Adat Papua sekaligus terpidana tiga tahun penjara, Ferkorus Yaboisembut dkk sedang berada di penjara.

Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Gara Gara BBM, Di Papua TNI Bunuh Polisi

Oleh: Arkilaus Baho

Bisnis apa saja sudah menjadi panglima bagi penjaga keamanan negara. Apalagi di Papua yang jauh dari pengawasan publik, sarat dengan praktik bisnis militer, baik individu maupun institusi. Kali ini, terungkap sudah. 

Aparat negara di Papua sudah biasa menjalankan bisnis ilegal dengan keuntungan pribadi maupun institusi yang cukup lumayan. Sayangnya, untuk saat ini, mafia perminyakan asongan yang juga aparat negara itu berakhir dengan makan korban sesama aparat.

Korban kali ini dialami seorang angota kepolisian berpangkat Briptu Alexi. Dia diduga ditikam oleh salah seorang anggota TNI dari kesatuan kodim 1709 Yapen Warpen, yang berinisial Kopda Bo. 

Kejadiannya pada Senin 26 Maret lalu. Korban, setelah disemayamkan di Mapolres Kota Jayapura, Briptu Alexi Arnold Tutkey dimakamkan di Taman Makan Pahlawan Kusuma Trikora, Padang Bulan, Jayapura, Papua, Kamis (29/3/2012).

Alasan penikaman yang berakhir dengan nyawa melayang ini, Menurut Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Bigman Lumban Tobing, pelaku menusuk korban karena tidak terima saat polisi tersebut merazia pembeli BBM di sebuah pom. 

Pertikaian keduanya diduga akibat salah paham, namun untuk penyelidikan lebih lanjut pelaku diamankan di Markas Polisi Militer Kodim 1709/Yapen Waropen. Semua proses hukum diserahkan ke pihak TNI dalam hal ini Polisi Militer. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan, pinta kapolda Papua.
Kasus penikaman yang terjadi di Papua ini hanyalah bola salju dari praktik terselubung yang di jalankan aparat. Bermental pegang senjata, mereka ( aparat ) bikin tau-tau dengan dalih jaga negara di Papua. Padahal, aktivitas sejatinya mereka hanya untuk mengais rejeki dari negeri ufuk timur Indonesia ini. 
Briptu Alexi ( alm ) ini bertugas di Satuan Kawasan Pelabuhan Laut Yapen. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak. Pertikaian keduanya diduga akibat salah paham, namun untuk penyelidikan lebih lanjut pelaku diamankan di Markas Polisi Militer Kodim 1709/Yapen Waropen. Kapolda Papua mengungkapan semua proses hukum diserahkan ke pihak TNI dalam hal ini Polisi Militer. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan.

Kelakukan tentara yang menimbun BBM tersebut yang marah karena di rasia polisi, ada kemiripannya dengan kelakuan Susilo Bambang Yudhoyono yang se-enaknya merubah ayat dalam UU perminyakan demi memuluskan kebijakannya menaikkan harga BBM. 

Karena di sorot rakyat, tak diam, presiden suruh polisi hajar warga yang protes. Itulah, negara ini sudah sama seperti perusahaan yang setiap direkturnya ( presiden ) mengejar keuntungan masing-masing dengan mengatasnamakan " demi kepentingan kesejahteraan rakyat ". 

Rabu, 22 Februari 2012

Delapan Warga Diamankan Polisi Atas Permintaan Freeport

Oleh: Arkilaus Baho 
Pada 3 Maret 2011 pukul 19:35

Polisi dengan Brimob penjaga Freeport kembali menangkap sembilan warga asal suku Moni yang menolak Tanah mereka di pakai Freeport, 2 Maret 2011. Bentuk penolakan dilakukan dengan tidur di hutan areal yang hendak di ambil PT. Freeport sebagai lahan baru untuk operasi pertambangan,

Warga yang menolak dengan berdiam diri di hutan Waka Mimika Papua iemudian dengan todongan aparat kepolisian berhasil diseret ke kota Timika. Penyergapan dilakukan di tengah hutan. Penggrebekan tersebut tidak dengan cara dialogis tetapi melibatkan densus 88 anti teror yang yang selama ini kita kenal menangkap para teroris. Inilah gerakan penangkapan polisi sehari setelah Freeport mempersilahkan 1000 arapat menjaga arealnya dari gangguan keamanan perusahaan Amerika tersebut.

Polisi kemudian menyita dua parang, satu senapan angin, satu buah motor dan beberapa potong pakaian serta peralatan masak. Warga diangkut dengan sebuah tank tempur, satu truk dan dua buah mobil polisis. Polisi penjaga Freeport ini berdalih penangkapan dilakukan karena mengganggu aktivitas PT. Freeport.

Berikut nama-nama warga pemilik tanah yang diamankan Polisi atas permintaan manajemen PT. Freeport Indonesia di Papua. 1. Yunus Bugaleng, 2. Yulianus Dibitau, 3. Natalis Dibitau, 4. Matius Maisini selaku kepala suku Moni, 5. Nus Hanau, 6. Sakianus Bugaleng, 7. Jonas Bugaleng, 8. Jesaya Bugaleng. Warga sipil  diamankan di Polres Mimika
@Westapua-arki